Selasa, 20 Desember 2011
"Pilihan Menjadi Pekerja Lebah Madu"
"Pada umumnya mahluk hidup, di dunia ini ada dua jenis.. laki dan wanita..., keduanya saling melengkapi... dan kadang bisa berbagi peran contohnya mencari makan... mengurus anak, walaupun secara seksual mereka tetap sesuai kodratnya..tetapi berbeda dengan bangsa lebah madu, mereka memiliki jenis lebih dari satu.. tugasnpun dari lahir sampai mati.. konsisten.. antara lain: 1. Ratu (tugasnya hanya dikawini atau dibuahi oleh penjantan, konon dalam 1 hari mengeluarkan telur 1500 buah dan sampai mati ratu tetap konsisten); ke 2. Pejantan (tugasnya adalah hanya mengawini ratu saja.. namun umurnya pendek.. kadang setelah mengawini ratu 1 hari langsung meninggal, kasian ya.. pejantan lebah madu, setelah kawin biasanya langsung mati, bagaimana kalau itu manusia.. mungkin cowok punah di dunia ini... hehe..); ke 3. pekerja (pekerja ini unik.. karena dia.. tidak akan pernah kawin.., tetapi hidupnya sejak dewasa tugasnya hanya bekerja.. dan untuk melangsungkan eksistensinya bangsa lebah madu).... sekarang bangsa manusia di belahan dunia manapun yang hidup di dunia ini... biasanya secara naluri/insting memiliki pilihan sesuai jenis kelaminnya seperti bangsa lebah madu tersebut.. mungkin kalau wanita manusia berharap jadi ratu lebah madu.. yaitu dikawini oleh pria dan punya anak.. sedang kalau sebagai laki-laki ingin kawin dengan wanita dan punya anak.. kayak pejantan lebah... walaupun setelah kawin tawon pejantan itu harus mati.. hehe..... namun kadang suatu hal, mereka (bangsa manusia pria atau wanita sudah waktunya memiliki keluarga atau udah cukup umur, kalau digambarkan kalau kambing udah kuel.. siap kawin hehe..) namun manusia itu sementara menunda atau melupakan untuk tidak melakukan seperti yg dilakukan ratu dan pejantan lebah madu (kawin),. Menundah atau melupakan kawin mungkin bisa selamanya... karena ada tuntutan mungkin seperti suster di agama nasrani tidak kawin (walaupun di agama islam tidak boleh wanita tidak kawin dengan sengaja) atau suatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.. akhirnya memilih untuk tidak menikah.. atau mungkin seperti pekerja tawon madu.. akhirnya manusia sampai meninggal dunia.... Manusia itu hanya bisa cita-cita dan berusaha mewujudkannya. Namun kadang cita-citanya dan usahannya gagal.., terus apa harus dilakukan kalau anda mengalami seperti tawon pekerja.... pertama dikembalikan pada diri anda, apakah sudah siap kalau jadi tawon pekerja, kemudian tidak menikah sampai mati anda; kedua bila anda tidak tidak ingin seperti lebah madu pekerja... maka tetap usaha untuk mencari pasangan.. baik lewat perjodohan baik lewat teman atau keluarga anda atau anda mencari sendiri.. semoga ini bermanfaat...
Senin, 19 Desember 2011
AJAL INSANI
"ketika ajal menjemput... Insani tidak bisa berbuat apa-apa, yang dia lakukan hanya dapat menerima.. suka atau tidak... siap atau tidak... karena kalau ajal sudah waktunya datang, insani tidak bisa menundanya, atau mengawali (meminta mati, kalau belum jatahnya meninggal ya tidak bisa mati).... Ajal datang dan menjemput pada Insani melalui berbagai macam caranya... ada yang melalui sakit, baik sakit biasa atau sakit bersifat akut dan kronis... ada yang melalui ketika sedang berbuat nista (mencuri material yaitu mencuri ayam orang terus digepoki massa dan kehormatan seseorang seperti sedang berbuat asusila terus dipergoki pasangannya terus kedua dibunuh), ada melalui dibunuh orang... ada yang melalui kecelakaan (waktu berkerja seperti menggali sumur kejatuhan tanah atau berpergian naik jatuh di jalan).. ada yang melalui becana, seperti kena bencana lahar gunung merapi.. ada yang melalui dirinya sedang tidur.. ada yang melalui ketika dirinya sedang melakukan aktivitas keagamaan (sholat dan berhaji dstrsnya)...ada yg melalui bunuh diri..., semua insani pasti mengalami mati.... sekarang diantara hal tersebut di atas... jalan mana yang kita pilih... ketika ajal menjemput.. tidak ada yang tahu... kalau boleh memilih, kita akan memilih di saat kita melakukan aktivitas keagamaan... atau sedang tidur kemudian kita meninggal dunia...".. intinya insani hanya bisa berusaha sebai-baiknya dalam menjalani hidup... yang menentukan Yang Maha Kuasa”
AJAL INSANI
"ketika ajal menjemput... Insani tidak bisa berbuat apa-apa, yang dia lakukan hanya dapat menerima.. suka atau tidak... siap atau tidak... karena kalau ajal sudah waktunya datang, insani tidak bisa menundanya, atau mengawali (meminta mati, kalau belum jatahnya meninggal ya tidak bisa mati).... Ajal datang dan menjemput pada Insani melalui berbagai macam caranya... ada yang melalui sakit, baik sakit biasa atau sakit bersifat akut dan kronis... ada yang melalui ketika sedang berbuat nista (mencuri material yaitu mencuri ayam orang terus digepoki massa dan kehormatan seseorang seperti sedang berbuat asusila terus dipergoki pasangannya terus kedua dibunuh), ada melalui dibunuh orang... ada yang melalui kecelakaan (waktu berkerja seperti menggali sumur kejatuhan tanah atau berpergian naik jatuh di jalan).. ada yang melalui becana, seperti kena bencana lahar gunung merapi.. ada yang melalui dirinya sedang tidur.. ada yang melalui ketika dirinya sedang melakukan aktivitas keagamaan (sholat dan berhaji dstrsnya)...ada yg melalui bunuh diri..., semua insani pasti mengalami mati.... sekarang diantara hal tersebut di atas... jalan mana yang kita pilih... ketika ajal menjemput.. tidak ada yang tahu... kalau boleh memilih, kita akan memilih di saat kita melakukan aktivitas keagamaan... atau sedang tidur kemudian kita meninggal dunia...".. intinya insani hanya bisa berusaha sebai-baiknya dalam menjalani hidup... yang menentukan Yang Maha Kuasa” lUDFI Bares
Selasa, 06 Desember 2011
“Hipnosis”
Terapi menggunakan hipnosis, kadang harus menguak memori klien di masa lalunya. Sigmund Freud menyetetujui hipnosis digunakan dalam terapi pada klien. Pada hipnosis hampir mirip terapinya dengan alitan Freudience, karena kadang harus menggunakan masa lalu untuk memulai terapinya. Walaupun hipnosis itu adalah lebih dahulu datangnya daripada aliran psikoanalisis . Sebenarnya Hipnotis yang awal mula dikenalkan oleh ang diilmiahkan oleh James Braid menjadi hipnosis, digunakan untuk menerapi klien. Sedangkan James Braid lahir di tahun 1795 dan meninggal dunia 1860, merupakan bapak hipnosis.(Ludfi Bares, 2011)
Kamis, 01 Desember 2011
Di malam Jum’at sebelum kamu meninggal dirimu mendatangiku
Di malam Jum’at sebelum kamu meninggal dirimu mendatangiku
Pengalaman yang menjadi kenyataan, aku teringat pada rupa wajahmu sebelum dirimu meninggal mendatangiku dua kali di alam bawah sadarku yaitu: pertama pada waktu magrib, ketika matahari sudah terbenam, sedangkan kelelawar pada keluar dari tempat sarangnya. Beberapa kelawar keluar dari sebuah gedhung tua, tempat di mana segerombolan kelelawar keluar dari gedhung itu untuk mencari makan. Keluar kelelawar keluar dari sarangnya biasanya pertanda malam sudah datang. Namun bukan masalah kelelawarnya yang keluar, tetapi di saat itu pada tahun 2009 orang yang tidak terlalu kukenal secara pribadi. Walaupun dia duluh adalah salah satu teman angkatan ketika aku kuliah di fakultas hukum di universitas di Semarang. Orang tersebut datang padaku pada magrib di bawah alam bawah sadarku, sempat berbicara dengan aku tetapi aku kurang mengerti bahasanya, kemudian dia pergi; kedua. Orang tersebut menemuiku ketika, di malam hari atau tempatnya dini hari, sekitar jam 02.00-an. Dia datang kepadaku juga di alam bawah sadarku, sempat berbicara juga tetapi aku tidak mengerti bahasanya, yang kuingat hanya kata “Ludfi”.
Aku bertanya-tanya maksudnya apa orang tersebut kok mendatangi aku. Cara kenal sama dia, ya memang kenal, tetapi tidak terlalu akrab. Disamping dia Jaim, pada seseorang yang di bawahnya, tetapi aga sombong sedikit. Pengalamanku itu bertemu dengan orang tersebut, kuanggap hanyalah biasanya, mungkin hanya halusinasiku. Namun kenyataannya tidak seperti itu, ternyata orang tersebut yang mendatangi aku di Magrib dan Dini Hari tersebut, dikabarkan Meninggal dunia. Terus aku berfikir, apakah dia mendatangi aku diwaktu Magrib dan Dini Hari tersebut, karena bermaksud untuk pamitan dengan aku. Kadang aku merasa, ketika melihat orang akan meninggal, ada perasaan terkoneksi, akan meninggalnya dia. Walaupun manusia sebenarnya tidak tahu matinya seseorang, namun ada seseorang yang mempunyai perasaan, terkoneksi dengan orang-orang yang akan meninggal. Kadang aku sedih orang meninggal itu kok terkoneksi dengan diriku. Rasanya tidak nyaman secara psikologis, tetapi lama-lama, pengalaman tersebut menjadi suatu hal seperti pengalaman puncak. Dalam psikologi Tranpersonal pengalaman tersebut disebut peak experience. Namun pengalamanku melihat orang-orang yang akan meninggal apakah, termasuk peak experience atau tidak aku tidak tahu.
Pengalaman ini juga terjadi lagi pada awal Desember 2011, yaitu pada temanku, kadang aku sering mengerjainya dengan temanku. Namun juga dia kadang mengerjaiku, tetapi sudah lama aku ga mengerjainya dan dia mengerjainya. Namun aku kemarin melihat temanku wajahnya kok aneh sekali, kaya tidak ada sinarnya. Pada magrib tadi aku didatangi temanku (A) dan temanku yang lain (B) di bawah sadarku. Apa yang terjadi, A itu kepala lepas. Lepas dalam kepala tidak berada di tubuhnya, dia terbujur kaku di suatu tempat tempat tidur. Kemudian kepala A dipegang oleh B, kemudian aku bermaksud menyambung kepalanya A yang dibawa oleh B.
Namun ketika aku hendak, memasangnya kembali, ternyata ada rasa menganggu. Karena apa aku dan B belum meminta ijin orang tuanya A, untuk menyambung kepalanya. Saat itu ada sebagian tetua, yang aku kurang kenal, terus berkata “mas tolong jangan kamu sambung kepalanya”. Akhirnya aku pergi bersama temanku B, untuk mencari orang tuanya si A, meminta ijin menyambung kepalanya. Namun dalam perjalananku, aku dan temanku tidak menemukan rumah yang ditujuh. Akhirnya kepala A tersebut tidak bisa disambung lagi. Karena tulang tenggoraknya sudah mulai membusuk.
Temanku B kasian melihat, si A yang kepalanya tidak bisa disambung. Otomatis si A meninggal dunia, si B kasian melihat istri dan anak2 yang masih kecil, kalau ditinggal meninggal oleh si A. Namun si B hanya bisa melihat dan sidih. Semoga aja hal ini tidak terjadi dalam kenyataan, kasian kalau ditinggal mati.
Langganan:
Komentar (Atom)


