Di malam Jum’at sebelum kamu meninggal dirimu mendatangiku
Pengalaman yang menjadi kenyataan, aku teringat pada rupa wajahmu sebelum dirimu meninggal mendatangiku dua kali di alam bawah sadarku yaitu: pertama pada waktu magrib, ketika matahari sudah terbenam, sedangkan kelelawar pada keluar dari tempat sarangnya. Beberapa kelawar keluar dari sebuah gedhung tua, tempat di mana segerombolan kelelawar keluar dari gedhung itu untuk mencari makan. Keluar kelelawar keluar dari sarangnya biasanya pertanda malam sudah datang. Namun bukan masalah kelelawarnya yang keluar, tetapi di saat itu pada tahun 2009 orang yang tidak terlalu kukenal secara pribadi. Walaupun dia duluh adalah salah satu teman angkatan ketika aku kuliah di fakultas hukum di universitas di Semarang. Orang tersebut datang padaku pada magrib di bawah alam bawah sadarku, sempat berbicara dengan aku tetapi aku kurang mengerti bahasanya, kemudian dia pergi; kedua. Orang tersebut menemuiku ketika, di malam hari atau tempatnya dini hari, sekitar jam 02.00-an. Dia datang kepadaku juga di alam bawah sadarku, sempat berbicara juga tetapi aku tidak mengerti bahasanya, yang kuingat hanya kata “Ludfi”.
Aku bertanya-tanya maksudnya apa orang tersebut kok mendatangi aku. Cara kenal sama dia, ya memang kenal, tetapi tidak terlalu akrab. Disamping dia Jaim, pada seseorang yang di bawahnya, tetapi aga sombong sedikit. Pengalamanku itu bertemu dengan orang tersebut, kuanggap hanyalah biasanya, mungkin hanya halusinasiku. Namun kenyataannya tidak seperti itu, ternyata orang tersebut yang mendatangi aku di Magrib dan Dini Hari tersebut, dikabarkan Meninggal dunia. Terus aku berfikir, apakah dia mendatangi aku diwaktu Magrib dan Dini Hari tersebut, karena bermaksud untuk pamitan dengan aku. Kadang aku merasa, ketika melihat orang akan meninggal, ada perasaan terkoneksi, akan meninggalnya dia. Walaupun manusia sebenarnya tidak tahu matinya seseorang, namun ada seseorang yang mempunyai perasaan, terkoneksi dengan orang-orang yang akan meninggal. Kadang aku sedih orang meninggal itu kok terkoneksi dengan diriku. Rasanya tidak nyaman secara psikologis, tetapi lama-lama, pengalaman tersebut menjadi suatu hal seperti pengalaman puncak. Dalam psikologi Tranpersonal pengalaman tersebut disebut peak experience. Namun pengalamanku melihat orang-orang yang akan meninggal apakah, termasuk peak experience atau tidak aku tidak tahu.
Pengalaman ini juga terjadi lagi pada awal Desember 2011, yaitu pada temanku, kadang aku sering mengerjainya dengan temanku. Namun juga dia kadang mengerjaiku, tetapi sudah lama aku ga mengerjainya dan dia mengerjainya. Namun aku kemarin melihat temanku wajahnya kok aneh sekali, kaya tidak ada sinarnya. Pada magrib tadi aku didatangi temanku (A) dan temanku yang lain (B) di bawah sadarku. Apa yang terjadi, A itu kepala lepas. Lepas dalam kepala tidak berada di tubuhnya, dia terbujur kaku di suatu tempat tempat tidur. Kemudian kepala A dipegang oleh B, kemudian aku bermaksud menyambung kepalanya A yang dibawa oleh B.
Namun ketika aku hendak, memasangnya kembali, ternyata ada rasa menganggu. Karena apa aku dan B belum meminta ijin orang tuanya A, untuk menyambung kepalanya. Saat itu ada sebagian tetua, yang aku kurang kenal, terus berkata “mas tolong jangan kamu sambung kepalanya”. Akhirnya aku pergi bersama temanku B, untuk mencari orang tuanya si A, meminta ijin menyambung kepalanya. Namun dalam perjalananku, aku dan temanku tidak menemukan rumah yang ditujuh. Akhirnya kepala A tersebut tidak bisa disambung lagi. Karena tulang tenggoraknya sudah mulai membusuk.
Temanku B kasian melihat, si A yang kepalanya tidak bisa disambung. Otomatis si A meninggal dunia, si B kasian melihat istri dan anak2 yang masih kecil, kalau ditinggal meninggal oleh si A. Namun si B hanya bisa melihat dan sidih. Semoga aja hal ini tidak terjadi dalam kenyataan, kasian kalau ditinggal mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar